Assalamuallaikum warahmatullahiwabarakatuh Was Born since 15 March 2012 by User : CescKakays. Mojokerto, Indonesia. Keep Smile n Don't Cry ^_^ #Ini sudah diuji di ITB dan IPB loh :D lol
Pop up my Cbox

Rabu, 17 April 2013

Tips Menjadi Jurnalis Yang Baik dan Benar

      Assalamuallikumwarahmatullahiwabarakatuh
Selamat menyaksikan postingan saya, hehe :D
Hari ini saya akan mempostingkan cara menjadi jurnalis (reporter) yang profesional. Maksudnya menjadi jurnalis yang baik dan benar. Langsung saja ini liputannya.

1. Bersikap ramah tamah kepada narasumber

Maksudnya ialah bersikap sopan kepada narasumber ketika baik sedang dialog maupun saat jalan - jalan dengan narasumber. Jangan lupa membiasakan untuk menaat nilai dan norma yang ada.

2. Memperlajari kosakata yang baku (yang benar)

Ini perlu diketahui kalau ingin menjadi jurnalis. Ketika Anda sedang berwawancara dengan narasumber, pastikan yang Anda sampaikan kepada narasumber itu mudah dipahami (pastinya).

3. Selalu tersenyum kepada siapapun

Baik di saat syuting maupun wawancara, senyum itu menu wajib bagi sang jurnalis, karena senyum akan membuat merasa pemirsa atau narasumber senang, apalagi saat dialog dengan narasumber, di anjurkan untuk menjaga performa, selalu tersenyum dan ramah tamah. Itu akan menjadikan nilai tambah bagi Anda kelak mejadi narasumber.

4. Performa bagus dan menarik

Jangan anggap remeh performa bagus dan menarik itu tidak penting. Entah karena penampilan yang meliputi pakaian, wajah, senyum atau yang lain kadang bisa membuat pemirsa (viewers) atau narasumber menjadi merasa suka atau senang dengannya. Apalagi jurnalisnya ganteng/tampan atau cantik, pasti tidak akan dilewatkan saat momen itu, hehe :D.

5. Selalu cekatan dan berhati - hati

Nah ini yang harus Anda perhatikan betul - betul, karena banyak jurnalis yang terkadang ceroboh disaat melakukan baik saat mencari narasumber, mencari suasana untuk syuting, maupun saat berbincang dengan narasumber. Kadang tidak menyangka alias secara mendadak terjadi secara tidak langsung maupun langsung ada kejadian yang mengejutkan. Misalnya : reporter yang sedang menyaksikan pertengkaran antarsuku di Papua dan secara tidak langsung, baik kameramen maupun sang jurnalis terkena misalnya lemparan batu dari suku di Papua. Dan itu sangat berdampak penting bagi reporter, kameramen dan seluruh kerabat yang berkawan baik dengannya khususnya orang yang dicintai. Itu maksud untuk hati - hati, sedangkan cekatannya ialah disaat Anda sudah mendengar jawaban dari pertanyaan yang Anda sampaikan kepada narasumber diusahakan sudah paham apa yang narasumber maksud.

Ya hanya ini yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan untuk Anda yang ingin menjadi jurnalis, mungkin ini bisa bermanfaat bagi Anda. Sekian  wassalamuallaikumwarahmatullahiwabarakatuh
Reaksi:

2 komentar:

Please !!! and don't forget to like this https://www.facebook.com/CescKakaysAxdminlanjut